CHIP.co.id - Mark Zuckerberg membagikan pengalamannya
merintis Facebook dari jejaring sosial internal mahasiswa Universitas
Harvard menjadi perusahaan raksasa dengan jumlah pengguna mencapai 1
miliar, ketika menjadi pembicara di Y Combinator’s Startup School,
Universitas Stanford, Sabtu (20/10) lalu. Selain itu, CEO Facebook itu
juga memberi masukan agar startup bisa sukses menghadapi persaingan
ketat di dunia teknologi.
"Entrepreneur harus menghadapi masalah pelik yang sangat penting buat
mereka, bukan hanya membangun perusahaan dan menjadi entrepreneur," kata
Mark.
Suami Priscilla Chan itu juga menasihati agar seorang entrepreneur
melakukan sesuatu yang fundamental, bukan mencari apa yang mudah.
"Banyak perusahaan yang saya lihat bergerak dalam persoalan kecil.
Sangat bagus jika ingin menjadi seorang entrepreneur. Masalahnya adalah
mencoba untuk membangun sebuah perusahaan yang memecahkan masalah nyata.
Hal paling menarik adalah mengoperasikan sesuatu yang fundamental bagi
manusia. Itu penting bagi saya. Saya begitu merasakan kebutuhan ini.
Saya menginginkannya."
Pada awalnya, kata Mark, dia tidak merasa Facebook sebagai sebuah
perusahaan. Oleh karena itu, dia dan timnya memutuskan untuk meluncurkan
Facebook di kampus lain di luar Harvard yang juga telah memiliki
jejaring sosial dan langsung memasuki area persaingan. Langkah ini juga
untuk mencari tahu apakah Facebook benar-benar berharga.
"Saya ingin pergi ke kampus yang susah bagi kami untuk sukses. Saya
tahu jika kami memiliki sesuatu (Facebook) yang lebih baik dibanding
yang lain, maka kami tak sia-sia meluangkan waktu untuknya."
Kepada startup, Mark menganjurkan agar mereka mengeksplorasi area
berbeda dan pastikan hal itu akan berdampak sebelum melakukannya, apakah
itu di kampus atau di mana saja. "Jelajahi apa yang Anda inginkan
sebelum memutuskannya. Tetaplah fleksibel. Anda bisa melakukannya dalam
kerangka perusahaan. Memulai suatu perusahaan terlalu kaku akan mengubah
apa yang bisa Anda lakukan," katanya.
Hal yang tak boleh dilakukan adalah sekadar memulai suatu perusahan.
"Saya tak pernah mengerti psikologi mulai mendirikan perusahaan sebelum
mengetahui apa yang ingin Anda lakukan," kata Mark.
Soal fleksibilitas perusahaan, Mark mencontohkan, Facebook awalnya
tidak ingin fokus pada fitur berbagi foto. Namun, hal itu mereka lakukan
setelah memperhatikan bahwa ada pengguna yang mengganti foto profil
mereka setiap hari.
Yang tak kalah penting, startup sebaiknya tidak mengekor apa yang
dilakukan perusahaan lain karena jika demikian, mereka tak akan pernah
sukses. Yang masuk kategori ini, menurut Mark, adalah My Space yang
gagal karena meniru semua yang dilakukan Facebook.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar