Dalam siaran persnya, AMD mengatakan bahwa prosesor seri Opteron 3300
dengan nama kode Delhi, ditujukan bagi segmen enterprise untuk
pengunaan server dan workstation namun memiliki harga terjangkau serta
penggunaan daya yang rendah.
Sementara itu, seri Opteron 4300 dengan nama kode Seoul, dihadirkan
dengan spesifikasi yang sedikit lebih tinggi dan ditujukan bagi
perusahaan yang ingin melakukan upgrade untuk perusahaan mereka, namun
tidak ingin menggunakan chip Opteron 6300 (Abu Dhabi) yang mahal.
Berdasarkan
spesifikasi yang ditawarkan, seri Opteron 3300 memiliki chip
masing-masing hingga delapan inti dengan frekuensi clock yang bisa
ditingkatkan hingga 2,8 GHz atau hingga 3,8 GHz menggunakan Turbo Core.
Semua
seri Opteron 3300 mendukung memori RAM dual kanal (1866 MHz), 4 slot
DIMM hingga kapasitas 32 GB dan dukungan teknologi HyperTransport,
sedangkan TDP-nya terbilang rendah yaitu hanya 25 watt.
Untuk
jajaran seri Opteron 4300 menggunakan chip hingga delapan inti dengan
clock yang bisa ditingkatkan hingga 3,4 GHz atau hingga 3,8 GHz, dan
menggunakan TDP terendahnya yaitu 35 watt. Spesifikasi lain pada Opteron
3300 dan 4300 sama, kecuali dukungan 6 slot DIMM dan dukungan voltase
memori yang rendah pada prosesor Opteron 4300.
Menurut Suresh Gopalakrishnan (General Manager AMD), semua prosesor tersebut menggunakan arsitektur Piledriver yang menawarkan optimalisasi pada kinerja, daya, dan harga bagi kebutuhan pelanggan saat ini.
"Prosesor-prosesor
terbaru ini sangat ideal untuk penyedia layanan berbasis cloud, web
host, dan segmen UKM yang memiliki kendala dalam melakukan upgrade ke
sistem yang mahal serta penggunaan daya yang rendah. Dengan kemudahan
upgrade, pengguna lama dapat memperoleh kinerja yang lebih dan
peningkatan efisiensi energi. Sementara pengguna baru akan mendapatkan
nilai yang menarik serta Return On Investment," jelas Suresh.
Sumber
Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar